Jumat, 25 November 2011

TUGAS JARKOM 2 Port dan Protokol Layanan Internet PART 1

 A.Web service

         Web service adalah suatu sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung interoperabilitas dan interaksi antar sistem pada suatu jaringan. Web service digunakan sebagai suatu fasilitas yang disediakan oleh suatu web site untuk menyediakan layanan (dalam bentuk informasi) kepada sistem lain, sehingga sistem lain dapat berinteraksi dengan sistem tersebut melalui layanan-layanan (service) yang disediakan oleh suatu sistem yang menyediakan web service. Web service menyimpan data informasi dalam format XML, sehingga data ini dapat diakses oleh sistem lain walaupun berbeda platform, sistem operasi, maupun bahasa compiler.

         Web service bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi antar pemrogram dan perusahaan, yang memungkinkan sebuah fungsi di dalam Web Service dapat dipinjam oleh aplikasi lain tanpa perlu mengetahui detil pemrograman yang terdapat di dalamnya.

Beberapa alasan mengapa digunakannya web service  adalah sebagai berikut:

         Web service dapat digunakan untuk mentransformasikan satu atau beberapa bisnis logic atau class dan objek yang terpisah dalam satu ruang lingkup yang menjadi satu, sehingga tingkat keamanan dapat ditangani dengan baik.
         Web service memiliki kemudahan dalam proses deployment-nya, karena tidak memerlukan registrasi khusus ke dalam suatu sistem operasi. Web service cukup di-upload ke web server dan siap diakses oleh pihak-pihak yang telah diberikan otorisasi.
         Web service berjalan di port  80 yang merupakan protokol standar HTTP, dengan demikian web service tidak memerlukan konfigurasi khusus di sisi firewall.

Arsitektur Web Service

Web service memiliki tiga entitas dalam arsitekturnya, yaitu:
  • Service Requester (peminta layanan)
  • Service Provider  (penyedia layanan)
  • Service Registry  (daftar layanan)

        service Provider: Berfungsi untuk menyediakan layanan/service dan mengolah sebuah registry agar layanan-layanan tersebut dapat tersedia.
        Service Registry: Berfungsi sebagai lokasi central yang mendeskripsikan semua layanan/service yang telah di-register.
        Service Requestor: Peminta layanan yang mencari dan menemukan layanan yang dibutuhkan serta menggunakan layanan tersebut.

Operasi-Operasi Web Service

Secara umum, web service memiliki tiga operasi yang terlibat di dalamnya, yaitu:

  •     Publish/Unpublish: Menerbitkan/menghapus layanan ke dalam atau dari registry.
  •     Find: Service requestor mencari dan menemukan layanan yang dibutuhkan.
  •     Bind: Service requestor setelah menemukan layanan yang dicarinya, kemudian melakukan binding ke service provider untuk melakukan interaksi dan mengakses layanan/service yang disediakan oleh service provider.

Komponen-Komponen Web Service

Web service secara keseluruhan memiliki empat layer komponen seperti pada gambar di atas, yaitu:

  • Layer 1: Protokol internet standar seperti HTTP, TCP/IP
  • Layer 2: Simple Object Access Protocol (SOAP), merupakan protokol akses objek berbasis XML yang digunakan untuk proses pertukaran data/informasi antar layanan.
  • Layer 3: Web Service Definition Language (WSDL), merupakan suatu standar bahasa dalam format XML yang berfungsi untuk mendeskripsikan seluruh layanan yang tersedia.
 B.Streaming Audio/Video
           Streaming merupakan sebuah teknolologi yang memungkinkan kita untuk memutar file video/audio dari computer lain tanpa harus men-download keseluruhan file, dengan kata lain file video diputar ketika sebagian dari file diterima dan dikodekan. Dalam video streaming terdapat komputer yang menjalankan encoder (seperti windows media encoder),server streaming yang berfungsi sebagai penyedia layanan streaming, dan player pada client yang memutar video streaming.

1. Aplikasi pada Video streaming
        Ada berbagai macam jenis aplikasi streaming yang memiliki kondisi operasi yang berbeda, seperti : aplikasi dapat berupa on demand maupunlive streaming dan aplikasi juga dapat berupa broadcast, multicast maupun unicast.

1.1 Live Streaming dan On Demand Streaming
         Pada aplikasi live streaming sumber video diambil dan dikodekan secara real time. Aplikasi interaktif adalah salah satu contoh dari aplikasi yang membutuhkan real time encoding, seperti video conference. Sedangkan pada aplikasi on demand streaming, file video di-encode dan di simpan dalam storage terlebih dahulu (pre-encoded) sebelum ditransmisikan. Kelebihan yang dimiliki adalah bahwa aplikasi on demand streaming tidak memerlukan proses encoding secara real time. Salah satu aplikasinya adalah Video on Demand. Pada tugas akhir ini, aplikasi streaming yang akan dilakukan adalah Video on Demand.

1.2 Broadcast, Multicast dan Unicast
  1. Broadcast
  2.  Broadcast adalah bentuk komunikasi one to many (yang pada dasarnya adalah one to all) yang paling dikenal, salah satu contohnya adalah siaran TV. Dengan menggunakan broadcast maka informasi yang akan dikirimkan berasal dari satu sumner atau titik kepada semua penerima yang yang tergabung dalam jaringan. Pada broadcast semua penerima mau tidak mau akan menerima informasi ini.
  3. Multicast
  4. Multicast juga merupakan bentuk komunikasi one to many, tetapi tidak seperti broadcast. Pada multicast informasi yang dikirimkan berasal dari satu sumber atau titik kepada semua penerima yang menginginkan informasi tersebut. Server akan membuat stream satu kali kemudian stream ini diduplikasi dan dikirimkan ke setiap clien. Setiap client akan menerima stream yang sama dengan client lainnya. Salah satu contoh penggunaan multicast adalah live video.
  5. Unicast
  6. Unicast merupakan bentuk komunikasi one to one atau point to point. Pada unicast informasi yang dikirimkan berasal dari satu sumber atau titik ke satu titik lainnya. Server akan mengirimkan file streaming ke komputer client berkali-kali bergantung pada banyaknya jumlah permintaan. Setiap client akan menerima file streaming yang terpisah dari client lainnya. Contoh penggunaan unicast adalah video on demand, sehingga pada tugas akhir ini akan dilakukan secara unicast.
2. Protokol Streaming
   
Protokol merupakan sebuah format yang distandarkan untuk mentransmisikan data antara dua buah device. Beberapa jenis protokol yang digunakan dalam teknologi streaming, antara lain:
  1. MMS (Microsoft Media Service) Protocol
  2. Protokol MMS merupakan protokol streaming yang dikembangkan oleh Microsoft. Protocol MMS digunakan untuk mengirimkan informasi secara unicast pada Windows Media Service
  3. RTSP (Real Time Streaming Protocol)
  4. Protokol RTSP merupakan protokol yang digunakan untuk mengontrol paket data secara real time. RTSP tidak mengatur masalah transmisi pengiriman paket data, biasanya server yang menggunakan RTSP memakai RTP (Real time Transport Protocol ) sebagai protokol untuk pengiriman paket data.
  5. HTTP (Hypertext Transport Protocol)
  6. Protokol HTTP dapat digunakan untuk pengiriman paket data dalam layanan streaming. Protokol HTTP sangat berguna untuk pengiriman data melewati firewall, sebab protokol HTTP menggunakan port 80, dimana kebanyakan firewall tidak mem-block port ini.
C.E-mail Services dan SMTP / POP Protocols

        E-mail adalah layanan untuk saling berkirim pesan antar pengguna internet di seluruh dunia. Sebenarnya e-mail sama dengan surat dalam kehidupan nyata. Perbedaannya adalah kecepatannya dalam mengirim pesan.E-Mail memiliki protokol dan standar yang sering dipakai dalam pengiriman dan pembacaan pesan, agar pesan tersebut sampai tujuan. Standar dan Protokol utama yang digunakan dalam layanan E-mail adalah:

1. RFC 2822 atau Internet Message Format (IMF).
2. RFC 2821 atau Simple Mail Transport Protocol (SMTP).
3. RFC 1939 atau Post Office Protocol versi tiga (POP3).

Selain protokol POP3 yang  digunakan dalam medapatkan pesan dari E-mail server adapun protokol yang memiliki fungsi sama yaitu Internet Mail Access Protocol (IMAP).
Simple Mail Transport Protocol (SMTP)

         Salah satu protokol E-mail  yang populer juga berusaha membuat segala sesuatunya sederhana adalah Simple Mail Transport Protocol (SMTP). Karena itu SMTP dapat dikatakan sebagai prinsip KISS yang merujuk pada pepatah bijak yang berbunyi Keep it Simple, Stupid (buat sederhana saja). Jadi client E-mail dan server menggunakan protokol SMTP dengan menggunakan port 25 untuk mengatur proses pengiriman dan penerimaan E-Mail.

         Sebagaimana yang telah dibahas, daripada hanya mengirim E-Mail dengan RFC2822 header yang benar disekitarnya, client E-Mail dan server harus berkomunikasi terlebih dahulu. Misalnya, client harus mengidentifikasi dirinya sendiri ke server sebelum mengirimkan sebuah E-Mail. Selain itu pengirim E-mail harus mengidentifikasi penerima sebelum mengirim E-Mail. dengan cara tersebut, jika client/server berikutnya tidak dapat mengirim E-Mail, Seseorang tidak membuang waktu mengirim E-Mail lagi. Untuk penekanan maka dapat dilihat pada Gambar 2.5
         Protokol SMTP menetapkan pesan sehingga client dan server E-mail dapa mengatur proses pengiriman E-Mail. Extended Hello (EHLO) command mengidentifikasi client. Mail command memberitahukan server bahwa client ingin mengirim atau menerima E-Mail. RCPT (short for recipient) mengidentifikasikan penerima E-Mail yang akan dikirimi. Sesudah server membalas dengan pesan acknowledgement (ACK) pada tiap-tiap tiga command pertama ini, E-Mail dapat ditransmisikan.

         Perlu dicatat bahwa sebenarnya saat semua perkakas mengirim E-Mail, pesan tersebut diselaraskan dengan spesifikasi Internet Message Forma(RFC 2822) untuk isi header dan teks.SMTP RFC (RFC 2821) menetapkan pesan-pesan yang mengontrol proses dengan SMTP seperto EHLO dan MAIL. SMTP, POP, dan IMAP adalah protokol-protokol TCP/IP yang digunakan dalam pengiriman email. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol). Protokol ini digunakan untuk pengiriman email dengan menggunakan aplikasi email client (outlook express, eudora, thunderbird) POP (Post Office Protocol) lebih populer dengan sebutan POP.

         Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3
Post Office Protocol (POP3)

         Protokol E-Mail yang berikutnya yaitu Post Office Protocol (POP3) yang berjalan di port 110, versi saat ini, POP3 yang memungkinkan 17 seseorang untuk mentransfer E-Mail, seperti SMTP. Akan tetapi POP3 didesain secara khusus untuk pengunnaan antara client E-mail dan mail server tetapi dia tidak dapat mentransfer E-Mail antar server. POP3 pada dasarnya memungkinkan seseorang untuk mengerjakan subset fungsi dari SMTP. Jadi, mengapa bersusah-susah menggunakan protokol yang lain saat SMTP memungkinkan client untuk mendapatkan  E-Mail mereka? Memang, POP3 memungkinkan beberapa opsi untuk otentifikasi, dan beberapa fitur  berguna lainnya untuk client E-Mail fitur-fitur yang tidak dimasukan dalam SMTP.

         Salah satu fitur yang lebih baik dari POP3 adalah otentifikasi. Otentifikasi mengacu pada proses sebuah perkakas untuk mengidentifikasi dirinya sendiri dengan perkakas yang lain melalui nama dan password perkakas lain untuk selanjutnya memutuskan apakah perkakas pertama bisa mengakses. Misalnya, jika seseorang memiliki E-Mail account pada Internet Service Provider (ISP) yang dia punya, dalam beberapa hal seseorang di beri E-Mail address dan password. Saat orang itu memeriksa E-Mail, jika orang tersebut menggunakan POP3 (dan jika menggunakannya), client E-Mail tersebut mengidentifikasi dirinya sendiri dan menyediakan password.

         E-Mail server memutuskan apakah mugkin orang tersebut mendapatkan E-Mail.Gambar 2.6 menekankan pada proses POP3. Seperti yang dapat Anda lihat pada Gambar 2.6. Conner mengirim username dan password ke server. Server memeriksa daftar username dan password dan mencari kecocokan. Jadi, server memberitahu client “OK” berarti server telah siap memulai pengiriman E-Mail ke client. POP3 juga memberitahu user berapa banyak E-Mail yang menunggu dia. Untuk mendapatkan E-Mail, client meminta E-Mail sekali waktu seperti ditunjukan pada gambar.
Dalam suatu jaringan E-mail, kedua protokol SMTP dan POP3 selalu bekerja sama dalam meyampaikan pesan yang akan dikirim melalui server. Client menggunakan POP3 untuk mendapatkan E-Mail dari server mereka, tetapi mereka menggunakan SMTP untuk mengirim E-Mail ke server lain. Gambar 2.7. menggambarkan aliran ini.

         Dari kejadian diatas dapat diketahui bahwa dalam gambaran ini. POP3 hanya digunakan  untuk mengambil E-Mail dari server. Selain itu catat bahwa server E-Mail dilabelkan sebagai SMTP server dan POP3 server.Merujuk pada server E-Mail pada umumnya dalam kenyataannya, untuk mengerjakan SMTP, seseorang membutuhkan server software yang memahami SMTP, jadi supaya semua ini bekerja, server perlu memiliki SMTP server software  untuk menjalankannya. Serupa dengan itu, untuk memungkinkan agar client menerima mail, server hardware harus mengoperasikan POP3 server software untuk SMTP server software.

         Efeknya, komputer harus menjalankan kedua server. SMTP server dan POP3 server pada komputer yang sama menyimpan dan memperoleh E-Mail dari lokasi penyimpanan pesan yang sama. Misalnya pada Gambar 2.7, E-Mail server Fredsco menerima E-Mail menggunakan SMTP server, menyimpannya pada disk drive. Selanjutnya, saat orang yang menggunakan account sales@fredsco.com memeriksa E-Mailnya dengan POP3, POP3 server pada komputer yang sama, menerima E-Mail, mengirimkanya kepada komputer client.
D.SSH (Sucure Shell)

         SSH adalah protocol jaringan yang memungkinkan pertukaran data secara aman antara dua komputer. SSH dapat digunakan untuk mengendalikan komputer dari jarak jauh mengirim file, membuat Tunnel yang terrenkripsi dan lain-lain. Protocol ini mempunyai kelebihan disbanding protocol yang sejenis seperti Telnet, FTP, Danrsh, karena SSH memiliki system Otentikasi,Otorisasi, dan ekripsinya sendiri.

         Dengan begitu keamanan sebuah sesi komunikasi melalui bantuan SSH ini menjadi lebih terjamin. SSH memang lebih aman dibandingkan dengan protocol sejenis, tetapi protocol SSH tatap rentan terhadap beberapa jenis serangan tertentu. Pada umumnya serangan ini ditunjukan Pada SSH versi pertama (SSH-1) yang memang memiliki tingkat keamanan yang lebih lemah daripada SSH versi kedua (SSH-2). Salah satu serangan pada SSH versi pertama adalah serangan MAN IN THE MIDDLE pada saat pertukaran kunci.

          Protocol SSH serta algoritma yang digunakan pada kedua versi SSH, lalu serangan-serangan yang terjadi pada SSH dan bagaimana SSH mengatasinya. Untuk meningkatkan keamanan pada protocol SSH dapat dilakukan dengan cara menggunakan kartu Kriptografi untuk autentifkasi.Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan di koneksi Internet atau Local Area Network. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2014 Gema Ramadhani Dwiko Irianto All Right Reserved.